Nama : Fasmadhio Bintang Satryawan
NIM/NDH : 205080400113016 / 8
Kelas : Sosial Ekonomi Perikanan B
Tahun 2020
merupakan tahun yang sangat berat bagi sebagian besar manusia yang hidup di
bumi ini, pasalnya di tahun 2020 ini kita kedatangan virus baru yang berasal dari China yaitu
virus corona. Ini adalah kali kedua dunia kedatangan virus dari negeri tirai
bambu setelah virus SARS pada 2003 silam. Penyebarannya yang sulit untuk
dihentikan menyebabkan virus ini menjadi pandemi dalam skala global. Di
Indonesia sendiri penyebaran virus corona terbilang sangat parah. Pemerintah
telah menyosialisasikan berbagai protokol kesehatan untuk menekan penyebaran
virus ini. Namun adanya protokol kesehatan ini membuat masyarakat terganggu
dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya, khususnya petambak, nelayan, dan
masyarakat di bidang perikanan lainnya
Dampak penurunan
usaha di sektor perikanan nasional akibat Covid-19 paling dirasakan oleh
pembudidaya ikan. Pasalnya, telah terjadi penurunan harga ikan secara
besar-besaran. Penurunan harga ini dipicu karena menurunnya permintaan pasar,
termasuk konsumen rumah tangga dan eksportir. Akibatnya pembudidaya ikan di beberapa daerah telah menghentikan aktivitasnya karena
rendahnya permintaan hasil produk perikanan di pasaran.
Salah satunya adalah pemasaran hasil perikanan di
kabupaten lamongan yang telah terjadi penurunan pendapatan pedagang ikan hingga
50%. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya adalah karena
permintaan produk perikanan menurun akibat kebijakan lockdown.
Saat ini pemerintah telah melakukan beberapa program
dalam upaya peningkatan aktivitas masyarakat, sehingga produk perikanan tetap
terjaga ketersediaannya. Pemerintah
sendiri telah memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp.600.000 kepada
masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan usahanya ditengah menghadapi
kacaunya situasi akibat Covid-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar