Rabu, 07 April 2021

Nama            Fasmadhio Bintang Satryawan

NIM/NDH    205080400113016 / 8

Kelas            : Sosial Ekonomi Perikanan B

 

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat berat bagi sebagian besar manusia yang hidup di bumi ini, pasalnya di tahun 2020 ini kita kedatangan  virus baru yang berasal dari China yaitu virus corona. Ini adalah kali kedua dunia kedatangan virus dari negeri tirai bambu setelah virus SARS pada 2003 silam. Penyebarannya yang sulit untuk dihentikan menyebabkan virus ini menjadi pandemi dalam skala global. Di Indonesia sendiri penyebaran virus corona terbilang sangat parah. Pemerintah telah menyosialisasikan berbagai protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus ini. Namun adanya protokol kesehatan ini membuat masyarakat terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya, khususnya petambak, nelayan, dan masyarakat di bidang perikanan lainnya

Dampak penurunan usaha di sektor perikanan nasional akibat Covid-19 paling dirasakan oleh pembudidaya ikan. Pasalnya, telah terjadi penurunan harga ikan secara besar-besaran. Penurunan harga ini dipicu karena menurunnya permintaan pasar, termasuk konsumen rumah tangga dan eksportir. Akibatnya pembudidaya ikan di beberapa daerah telah menghentikan aktivitasnya karena rendahnya permintaan hasil produk perikanan di pasaran. Salah satunya adalah pemasaran hasil perikanan di kabupaten lamongan yang telah terjadi penurunan pendapatan pedagang ikan hingga 50%. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, diantaranya adalah karena permintaan produk perikanan menurun akibat kebijakan lockdown.

Saat ini pemerintah telah melakukan beberapa program dalam upaya peningkatan aktivitas masyarakat, sehingga produk perikanan tetap terjaga ketersediaannya. Pemerintah sendiri telah memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp.600.000 kepada masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan usahanya ditengah menghadapi kacaunya situasi akibat Covid-19.